Bully Institute adalah ruang belajar untuk mengenali, memahami, dan menghentikan perundungan—di sekolah, di tempat kerja, dalam keluarga, hingga pada diri sendiri.
Bully Institute lahir dari satu keyakinan sederhana: perundungan bukan sekadar "kenakalan biasa" atau bagian wajar dari tumbuh dewasa. Ia adalah persoalan serius yang berdampak panjang pada kesehatan mental, rasa aman, dan kemampuan seseorang untuk berkembang.
Melalui edukasi, literasi, dan publikasi, Bully Institute membantu individu, sekolah, keluarga, dan organisasi memahami akar persoalan perundungan, lengkap dengan langkah konkret untuk mencegah, menangani, dan memulihkan korban maupun pelaku.
Dan Olweus, peneliti perundungan dari Norwegia dan pelopor studi bullying modern, memberi kita kerangka yang dipakai di seluruh dunia hingga hari ini.
Seseorang dikatakan menjadi korban perundungan apabila ia, secara berulang dan dari waktu ke waktu, terpapar tindakan negatif yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau lebih, dalam situasi di mana terdapat ketidakseimbangan kekuatan.— Disarikan dari rumusan Dan Olweus, peneliti perundungan
Tidak semua konflik atau perselisihan adalah bullying. Menurut Olweus, sebuah tindakan baru dapat disebut perundungan jika ketiga unsur ini hadir bersamaan.
Ada niat untuk menyakiti. Perundungan bukan kecelakaan atau salah paham sesaat, melainkan tindakan yang dimaksudkan untuk merugikan, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital.
Tindakan itu terjadi berulang kali, bukan satu peristiwa tunggal. Pola yang berulang inilah yang membuat korban hidup dalam tekanan dan ketakutan yang terus-menerus.
Ada ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban, bisa berupa fisik, jumlah, status sosial, popularitas, atau kuasa lain, yang membuat korban sulit membela diri.
Jika salah satu unsur tidak terpenuhi, peristiwa tersebut mungkin tetap merupakan konflik atau tindakan negatif, tetapi belum tentu tergolong perundungan. Membedakannya penting agar penanganannya tepat.
Memahami di mana dan bagaimana perundungan terjadi membantu kita mengenalinya lebih cepat. Secara umum, kami memetakannya ke dalam dua kategori besar.
Terjadi di sekolah, lingkungan bermain, dan ruang digital anak.
Memukul, mendorong, menendang, atau merusak barang milik korban.
Mengejek, memberi julukan buruk, menghina, atau mengancam.
Mengucilkan, menyebarkan gosip, atau sengaja mengasingkan dari kelompok.
Menyebarkan pesan, foto, atau komentar menyakitkan lewat media digital.
Terjadi di tempat kerja, relasi, keluarga, dan komunitas.
Intimidasi atasan/rekan, beban kerja tak wajar, atau peremehan terus-menerus.
Kontrol berlebihan, manipulasi, atau tekanan dalam hubungan dan keluarga.
Pelecehan daring, doxing, atau perundungan massal di media sosial.
Dikucilkan, dipermalukan, atau dijatuhkan reputasinya di komunitas.
Korban perundungan berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan, depresi, dan menurunnya rasa percaya diri yang dapat terbawa hingga dewasa.
Perundungan terjadi di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan ruang digital. Orang dewasa pun bisa menjadi korban maupun pelaku.
Ketika kita mampu mengenali dan menamai perundungan dengan tepat, kita punya pijakan untuk mencegah, menghentikan, dan memulihkannya.
Seri terbitan Bully Institute yang menemani Anda mengenali, memahami, dan mengakhiri perundungan, di luar diri maupun di dalam diri.
Panduan menyeluruh yang membahas perundungan dari A sampai Z, dari mengenali tanda-tandanya, memahami akar penyebabnya, hingga langkah nyata untuk mengakhirinya.
Menjawab 101 pertanyaan paling umum seputar perundungan dengan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami, cocok untuk orang tua, guru, dan remaja.
Mengungkap bahwa perundungan tidak berhenti di bangku sekolah. Buku ini menyoroti perundungan di tempat kerja, relasi, dan kehidupan dewasa.
Perundungan bisa datang dari dalam, lewat kritik diri yang berlebihan. Buku ini mengajak pembaca berhenti menjadi pelaku perundungan bagi dirinya sendiri.
Apa pun peran Anda, relawan, mitra, atau seseorang yang sedang mencari ruang aman untuk bercerita, pintu kami terbuka.
Bergabunglah sebagai relawan, kontributor, atau anggota komunitas Bully Institute dan bantu sebarkan kesadaran anti-perundungan.
Chat WhatsAppSekolah, organisasi, perusahaan, atau media yang ingin berkolaborasi dalam program, pelatihan, atau kampanye anti-perundungan.
Chat WhatsAppSedang mengalami atau pernah mengalami perundungan? Ceritakan kepada kami dengan aman dan rahasia. Anda tidak sendirian.
Chat WhatsAppPunya pertanyaan lain atau butuh pendampingan? Hubungi kami melalui WhatsApp, kami akan membalas secepat mungkin.