Edukasi · Pencegahan · Pemulihan

Memahami perundungan untuk mengakhirinya.

Bully Institute adalah ruang belajar untuk mengenali, memahami, dan menghentikan perundungan—di sekolah, di tempat kerja, dalam keluarga, hingga pada diri sendiri.

Apa itu Bully Institute

Sebuah inisiatif yang menjadikan perundungan dapat dikenali, dibicarakan, dan dihentikan.

Bully Institute lahir dari satu keyakinan sederhana: perundungan bukan sekadar "kenakalan biasa" atau bagian wajar dari tumbuh dewasa. Ia adalah persoalan serius yang berdampak panjang pada kesehatan mental, rasa aman, dan kemampuan seseorang untuk berkembang.

Melalui edukasi, literasi, dan publikasi, Bully Institute membantu individu, sekolah, keluarga, dan organisasi memahami akar persoalan perundungan, lengkap dengan langkah konkret untuk mencegah, menangani, dan memulihkan korban maupun pelaku.

Titik Awal: Definisi

Semua berawal dari definisi Olweus.

Dan Olweus, peneliti perundungan dari Norwegia dan pelopor studi bullying modern, memberi kita kerangka yang dipakai di seluruh dunia hingga hari ini.

“
Seseorang dikatakan menjadi korban perundungan apabila ia, secara berulang dan dari waktu ke waktu, terpapar tindakan negatif yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau lebih, dalam situasi di mana terdapat ketidakseimbangan kekuatan.
— Disarikan dari rumusan Dan Olweus, peneliti perundungan
Inti dari Definisi

Tiga syarat yang membuat sebuah tindakan disebut perundungan.

Tidak semua konflik atau perselisihan adalah bullying. Menurut Olweus, sebuah tindakan baru dapat disebut perundungan jika ketiga unsur ini hadir bersamaan.

01

Tindakan yang Disengaja

Ada niat untuk menyakiti. Perundungan bukan kecelakaan atau salah paham sesaat, melainkan tindakan yang dimaksudkan untuk merugikan, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital.

02

Adanya Pengulangan

Tindakan itu terjadi berulang kali, bukan satu peristiwa tunggal. Pola yang berulang inilah yang membuat korban hidup dalam tekanan dan ketakutan yang terus-menerus.

03

Ketimpangan Kekuasaan

Ada ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban, bisa berupa fisik, jumlah, status sosial, popularitas, atau kuasa lain, yang membuat korban sulit membela diri.

Jika salah satu unsur tidak terpenuhi, peristiwa tersebut mungkin tetap merupakan konflik atau tindakan negatif, tetapi belum tentu tergolong perundungan. Membedakannya penting agar penanganannya tepat.

Bentuk & Kategori

Perundungan punya wajah berbeda di setiap fase kehidupan.

Memahami di mana dan bagaimana perundungan terjadi membantu kita mengenalinya lebih cepat. Secara umum, kami memetakannya ke dalam dua kategori besar.

Kategori 01

Bully pada Anak

Terjadi di sekolah, lingkungan bermain, dan ruang digital anak.

Perundungan Fisik

Memukul, mendorong, menendang, atau merusak barang milik korban.

Perundungan Verbal

Mengejek, memberi julukan buruk, menghina, atau mengancam.

Perundungan Sosial

Mengucilkan, menyebarkan gosip, atau sengaja mengasingkan dari kelompok.

Perundungan Siber

Menyebarkan pesan, foto, atau komentar menyakitkan lewat media digital.

Kategori 02

Bully pada Orang Dewasa

Terjadi di tempat kerja, relasi, keluarga, dan komunitas.

Perundungan di Tempat Kerja

Intimidasi atasan/rekan, beban kerja tak wajar, atau peremehan terus-menerus.

Perundungan dalam Relasi

Kontrol berlebihan, manipulasi, atau tekanan dalam hubungan dan keluarga.

Perundungan Siber

Pelecehan daring, doxing, atau perundungan massal di media sosial.

Perundungan Sosial

Dikucilkan, dipermalukan, atau dijatuhkan reputasinya di komunitas.

Mengapa Ini Penting

Perundungan meninggalkan luka yang sering tak terlihat.

Kesehatan Mental

Dampak yang bertahan lama

Korban perundungan berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan, depresi, dan menurunnya rasa percaya diri yang dapat terbawa hingga dewasa.

Lintas Usia

Bukan hanya soal anak-anak

Perundungan terjadi di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan ruang digital. Orang dewasa pun bisa menjadi korban maupun pelaku.

Bisa Dicegah

Pemahaman adalah langkah awal

Ketika kita mampu mengenali dan menamai perundungan dengan tepat, kita punya pijakan untuk mencegah, menghentikan, dan memulihkannya.

Publikasi

Empat buku untuk memahami perundungan dari berbagai sisi.

Seri terbitan Bully Institute yang menemani Anda mengenali, memahami, dan mengakhiri perundungan, di luar diri maupun di dalam diri.

Cover Buku 01
Buku 01

Bully A–Z: Mengenali, Memahami, dan Mengakhiri

Panduan menyeluruh yang membahas perundungan dari A sampai Z, dari mengenali tanda-tandanya, memahami akar penyebabnya, hingga langkah nyata untuk mengakhirinya.

Cover Buku 01
Buku 02

101 Tanya Jawab Bully

Menjawab 101 pertanyaan paling umum seputar perundungan dengan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami, cocok untuk orang tua, guru, dan remaja.

Cover Buku 03
Buku 03

Bully pada Orang Dewasa

Mengungkap bahwa perundungan tidak berhenti di bangku sekolah. Buku ini menyoroti perundungan di tempat kerja, relasi, dan kehidupan dewasa.

Cover Buku 04
Buku 04

Stop Ngebully Diri Sendiri

Perundungan bisa datang dari dalam, lewat kritik diri yang berlebihan. Buku ini mengajak pembaca berhenti menjadi pelaku perundungan bagi dirinya sendiri.

Hubungi & Terlibat

Ada banyak cara untuk menjadi bagian dari gerakan ini.

Apa pun peran Anda, relawan, mitra, atau seseorang yang sedang mencari ruang aman untuk bercerita, pintu kami terbuka.

🤝

Ingin Bergabung

Bergabunglah sebagai relawan, kontributor, atau anggota komunitas Bully Institute dan bantu sebarkan kesadaran anti-perundungan.

🌐

Ingin Bekerja Sama

Sekolah, organisasi, perusahaan, atau media yang ingin berkolaborasi dalam program, pelatihan, atau kampanye anti-perundungan.

💬

Ingin Bercerita

Sedang mengalami atau pernah mengalami perundungan? Ceritakan kepada kami dengan aman dan rahasia. Anda tidak sendirian.

Bicara langsung dengan kami

Punya pertanyaan lain atau butuh pendampingan? Hubungi kami melalui WhatsApp, kami akan membalas secepat mungkin.